Rubrik Pengurus
PERANAN AMBI DALAM MENSUKSESKAN
PEMBANGUNAN DI DAERAH
Oleh : Ir. Singgih Wasesa - Sekretaris Umum DPP AMBI
Serangkaian program pembangunan yang mulai diluncurkan baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah menunjukkan adanya gairah pertumbuhan ekonomi secara Nasional.
Namun sampai saat ini tanggapan dari rencana program pembangunan tersebut masih kurang disambut gembira khususnya oleh kalangan masyarakat luas. Dari beberapa sumber yang didapat alasanya adalah karena kurang adanya transparansi baik itu mengenai informasi proyek yang akan dikerjakan, kemudahan pemerintah dalam memberikan fasilitas ijin dan permodalan dan tidak kalah pentingnya adalah kesiapan sumber daya manusia yang ada didaerah.
Sehingga sering timbul persepsi yang apatis, walaupun ini proyek di daerah tetap saja pemain-pemainnya dari pusat. Tentunya pendapat itu tidak semua benar, tapi yang jelas memang diera reformasi dan telah tumbuh kembangnya dunia informasi, persoalan-persoalan yang kemudian menjadi hambatan kurang ada yang mengakomodir sehingga terkesan bahwa masih ada beberapa kepentingan kelompok yang tidak mau diusik.
Dalam kesempatan ini AMBI sebagai organisasi yang independen menempatkan program utamanya pada persoalan Pemantapan Mutu Sumber Daya Manusia Indonesia. Persoalan yang begitu banyak dihadapi oleh masyarakat dicoba untuk diidentifikasi dan salah satunya yang mendapat sambutan baik dari masyarakat adalah peluang AMBI untuk mensinergikan antara masyarakat umum yang diwakili oleh Lembaga Penyelenggara Pendidikan Tinggi (LPPT), para Pengusaha Swasta Nasional (PSN), dan Institusi Pemerintah (IP) yang terkait untuk membuat formula kerjasama dalam rangka memajukkan dan meningkatkan mutu SDM kita.
Selama ini dan bahkan sudah bertahun-tahun LPPT telah menghasilkan produk intelektual berjuta-juta jumlahnya dengan beribu-ribu hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti baik dari kalangan mahasiswa maupun dosen/praktisi. Namun keluhan mereka sama yaitu hasil penelitian yang mereka lakukan kurang ada tanggapan yang positif, baik dari pemerintah maupun pihak swasta nasional, hal ini membuat adanya kemandegan intelektual, karena untuk apa kita melakukan suatu kerja karya ilmiah namun hasilnya hanya untuk disimpan dalam lemari perpustakaan.
Dari sepenggal persoalan tersebut AMBI merasa berkewajiban untuk membantu memecahkan persoalan SDM ini. Melalui dukungan dari beberapa pihak termasuk perusahaan swasta Nasional AMBI sebagai wadah dari masyarakat pembuat, pemakai, peneliti baja menawarkan kepada masyarakat luas khususnya melalui pintu-pintu Lembaga Pendidikan Tinggi untuk duduk bersama membicarakan masalah yang sekarang ini kita hadapi. Realisasi dengan menjalin kerjasama yang berkesinambungan, masyarakat akan mendapatkan kesempatan dalam melakukan pelatihan, penelitian, kerja praktek, Magang dsb. yang kesemuanya adalah untuk melatih dan meningkatkan keterampilan dan pengalaman masyarakat dalam bekerja.
Diharapkan Dunia Industri dan Konstruksi Baja akan tumbuh seiring perkembangan jaman yang pada akhirnya berdampak kepada pertumbuhan ekonomi nasional. Karena dengan daerah telah mempersiapkan SDM-nya maka pembangunan infrastrukturpun akan tumbuh pesat dan peran serta masyarakat bisa terwujud dan berkesempatan untuk menikmati hasil pembangunan daerahnya.
Maka dari itu marilah sekarang kita sepakat untuk mulai mengedepankan kepentingan bangsa dan negara ini dengan membangun kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia yang lebih berdaya guna dan menjunjung tinggi moralitas kemanusiaan.
Akhrinya keberadaan Asosiasi Masyarakat Baja Indonesia diharapkan dapat menjadi salah satu media yang tepat untuk kita bersama-sama membicarakan dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh bangsa ini.